Rabu, 05 September 2012

Pemuda sebagai tolak ukur majunya suatu bangsa


Pemuda adalah seorang penggerak bagi suatu bangsa yang mana, merekalah sebagai para pelopor muda yang akan mengembangkan suatu bangsa menjadi bangsa yang maju. Masa depan suatu bangsa sangat bergantung pada mereka. Mereka adalah generasi penerus yang menentukan nasib bangsa di masa depan. Namun lihatlah di sekitar kita sekarang. Banyak pemuda yang kehilangan arah tujuan. Ada yang tidak sadar merusak diri dan masa depannya. Bahkan ada yang rela menjadi sampah bagi masyarakat, yang hanya bergantung pada nasib.
Maka dari itu sudah pantaslah para pemuda dijadikan sebagi tolak ukur bagi suatu bangsa. Karena jiwa seorang pemudalah yang akan menggantikan orang yang sebelumnya menjabat di posisi-posisi yang penting dalam suatu bangsa. Bung Karno pun pernah berkata: Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia!!. Sungguh, sangat dahsyat sekali bahwa pemuda di mata negara bahkan  dunia sudah dianggap sebagai akses bagi majunya suatu bangsa.
Sejatinya, jika di suatu negara banyak para pemuda yang memiliki jiwa seorang pemimpin yang bijak dalam mengambil keputusan dengan adil. Pastilah negara tersebut akan tumbuh makmur dan menjadi negara yang maju. Namun,  jika di suatu negara banyak pemuda yang tidak dapat dijadikan sebagai seorang pemimpin karena mereka tidak memiliki sikap-sikap layaknya pemimpin, seperti sikap adil, jujur, bijaksana, dan dapat memberikan solusi bagi setiap permasalahan bangsa.


Disusun oleh Ayatulloh Nur Amin
Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor


Negarawan yang Agamawan


kepemimpinan ideal adalah bahwa para pemimpin itu senantiasa mengajak rakyatnya kepada jalan Allah dan kemudian secara aplikatif mereka memberikan keteladanan dengan terlebih dahulu mencontohkan pengabdian dalam kehidupan sehari-hari yang dicerminkan dengan menegakkan shalat dan menunaikan zakat, sehingga mereka termasuk kelompok ‘abid’ yang senantiasa tunduk dan patuh mengabdi kepada Allah swt dengan merealisasikan ajaran-ajaranNya yang mensejahterakan. sosok pemimpin dalam sebuah negara atau masyarakat idealnya adalah juga layak menjadi pemimpin dalam kehidupan beragama bagi mereka. Mereka bukan hanya tampil di depan dalam urusan dunia, tetapi juga tampil di barisan terdepan dalam urusan agama. Inilah yang sering diistilahkan dengan agamawan yang negarawan atau negarawan yang agamawan.
Dan memang sejarah kesuksesan kepemimpinan terdahulu yang berdampak pada kebaikan dan kesejahteraan masyarakatnya seperti kepemimpinan di era Rasulullah dan para sahabatnya adalah bahwa pemimpin negara di masa itu juga pada masa yang sama adalah pemimpin shalat. Tidak pernah terjadi, bahwa pemimpin Negara saat itu hanya memiliki kualifikasi kepemimpinan dalam memenej negara, tetapi juga dalam memelihara dan mempertahankan kehidupan beragama umat.  Karena urusan duniawi dan ukhrawi sesungguhnya merupakan satu kesatuan yang sinergis dalam totalitas ajaran Islam. mencari sosok pemimpin ideal memang bukan pekerjaan mudah atau instan, tetapi merupakan kerja serius dan kontinyu dalam bingkai pembinaan yang berjalan baik, sehingga stok kepemimpinan tidak pernah langka atau tidak tersedia. Maka  aspek kepemimpinan sangat terkait erat dengan aspek pembinaan (kaderisasi) yang harus dikerjakan secar serius dan kontinyu. Pemimpin yang lahir dari sebuah proses pembinaan yang baik, tentu jauh lebih baik daripada pemimpin yang lahir secara instan karena popularitas, kedekatan maupun faktor keturunan dan lain sebagainya.

Tidaklah pemimpin-pemimpin itu melainkan ibarat kotak-kotak yang tertutup rapat
Tidak lain kuncinya adalah pengalaman (aktifitas kehidupan sehari-hari).
Pepatah ini merupakan sebuah rumusan dalam mencari figur pemimpin. Track record merupakan kunci membuka keperibadian seorang pemimpin; bagaimana shalatnya, amalnya, kiprahnya, kinerjanya dan kehidupan sehari-harinya bersama keluarga, masyarakat dan sebagainya yang sangat layak untuk dijadikan parameter untuk mengukur kelayakan seseorang untuk menjadi pemimpin dalam semua levelnya, apalagi pemimpin dalam skala nasional.
Di tulis oleh :   Eva Yanti
                        Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Referensi:        Dari Gerakan ke Negara
                        Cewek-cewek Inspiratif

BANTU MEREKA MERENGKUH BULAN


 Sejak zaman dahulu hingga saat ini pendidikan sangatlah penting . saat ini, sangat banyak dibangun tempat- tempat belajar baik sekolah maupun lembaga- lembaga swasta. Apalagi jika kita mencari tempat- tempat tersebut di daerah perkotaan, tentu dengan sangat mudah kita menemukannya. Sekolah dengan fasilitas yang sangat lengkap dan memadahi. Namun, sangat berbanding terbalik dengan mereka yang berada di daerah pedesaan maupun daerah pinggiran, di sana mereka bersekolah dengan fasilitas yang kurang memadahi  bahkan tidak layak guna.
Kondisi ini sangat miris melihat perkembangan daerah perkotaan yang begitu pesat dibandingkan dengan kondisi masyarakat pedesaan. Di kota anak- anak berangkat sekolah diantar atau berkendaraan pribadi, namun yang di daerah pedesaan mereka berangkat dengan mengunakan kendaraan umum yang penuh sesak bahkan tidak jarang berjalan kaki yang sangat jauh jaraknya. Di kota anak sekolah dapat mencari beraneka macam bahan pelajaran yang dia butuhkan melalui internet maupun perpustakaan sekolah yang selalu up-date buku – buku pelajarannya. Namun, di desa sebagian besar anak sekolah hanya bermodalkan buku di perpustakaan itupun terbitan lama.
Dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 1 menjelaskan setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, dalam hal ini pemerintah seharusnya menyamakan minimal selalu mengembangkan pendidikan di daerah pedesaan. Pemerataan ini dapat berupa pembagian buku yang mutunya sama dengan sekolah- sekolah di perkotaan. Oleh karena itu, mari bersama- sama kita membantu mereka yang didaerah pedesaan dalam merengkuh rembulannya.
Ada langkah konkret yang dapat dilakukan antara lain, membangun sekolah alternatif. Sekolah alternatif sebagai lembaga alternatif untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat, tetapi berbeda dengan sekolah formal yang ada. Dan berdasarkan pengakuan dari siswa-siswa yang masuk sekolah alternatif, mereka justru lebih senang dan merasa sekolah alternatif lebih memberikan banyak manfaat ketimbang sekolah formal.
Langkah lain yang dapat dilakukan adalah mendatangi mereka secara langsung, memberikan motivasi- motivasi yang membangun cita – cita mereka;  mengajarkan mereka beberapa teknologi misalnya penggunaan komputer yang dapat menggunakan laptop sebagai medianya; membangun perpustakaan sederhana yang dapat di gunakan sebagai referensi dan bahan bacaan; dan mengajak mereka studi tour  ke sekolah maupun lembaga lain.
 Kegiatan ekstrakulikuler juga dapat dilakukan, seperti misalnya pembuatan kerajinan tangan. Dalam hal ini anak- anak dapat belajar berkreasi sekaligus bermain, dengan ini anak tidak hanya mendapat ilmu di sekolah namun juga memiliki kemampuan membuat karya.  Jika kegiatan ini selalu dilakukan secara berkesinambungan maka tanpa disadari juga dapat menghasilkan nilai ekonomis, dan secara tidak langsung dapat dijadikan tabungan bagi mereka untuk melanjutkan sekolah di tempat yang fasilitas da kualitasnya baik.
Pembentukan kepribadian juga dapat dilakukan. Peran pemud di sini adalah menumbuhkan rasa percaya diri kepada anak agar mereka tidak malu dan merasa kecil jika bersaing dengan orang yang berasal dari sekolah di perkotaan. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah diadakannya kelomopk mentoring yang sekaligus kelomok belajar, dengan demikian anak didik selain mendapatkan pengetahuan seputar pelajaran juga mendapatkan pengetahuan agama. Pengetahuan agama sangatlah penting karena merupakan pembentuk kepribadian. Jika seorang memiliki pengetahuan dan ilmu yang sangat luas, namu dia tidak berpegang teguh pada agamanya, maka dia suatu saat akan terpengaruh pada hal- hal buruk dan menyalahgunakan ilmunya.
Sahabat muda, jangan menganggap dirimu tiada artinya.
 Percayalah kau sangat dibutuhkan oleh bangsamu.
Dengarkanlah panggilan mereka yang membutuhkanmu.
Kuatkanlah dirimu,,,,
Terima kasih, semoga bermanfat,, “_”

Bangkitnya Negarawan Muda


Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang kaya raya dengan sumber daya alam dan jumlah penduduknya. Namun banyaknya kelalaian yang telah diperbuat oleh warganya membuat negara Indonesia menjadi salah satu negara yang dimasukkan dalam kategori berkembang. Jika kita perhatikan dari sejarah Indonesia, maka akan kita temukan yang sebenarnya tentang Indonesia. Dahulu negeri ini adalah salah satu “Macan Asia” selain Jepang dan Korea. M. Adi Nugroho (2012) menyatakan bahwa untuk memperbaiki pembangunan manusia, menginvestasikan modal kebesaran Indonesia di masa silam merupakan wujud pemberdayaan yang utama. Dengan demikian, Indonesia tidak boleh lagi minder saat berhadapan dengan bangsa – bangsa lain.
Sebagai bagian dari mahasiswa yang sadar akan peran kita sebagai agen perubahan tentunya kita akan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik. Kita tahu bahwa negara ini mempunyai SDM dan SDA yang besar. Tetapi belum ada suatu sistem yang menyatukan hal tersebut. Maka seruan - seruan untuk bersatu dan bergerak bersama sudah sepantasnya kita gemakan bersama kembali. “Kepada pewaris peradaban yang telah menggoreskan sebuah catatan kebanggaan di dalam sejarah manusia. Wahai kalian yang rindu kemenangan, wahai kalian yang turun ke jalan” Itulah gema yang sering kita dengar dari para aktivis kampus yang menyemangati dirinya untuk mewujudkan kembali kejayaan bangsa ini.
Saatnya yang muda yang bangkit, dengan penuh keberanian. Anis Matta (2004) menyatakan bahwa saudara yang paling dekat dari naluri kepahlawanan adalah keberanian. Pahlawan sejati selalu merupakan seorang pemberani sejati. Tidak akan pernah seseorang disebut pahlawan, jika ia tidak pernah membuktikan keberaniannya. Pekerjaan - pekerjaan besar atau tantangan - tantangan besar dalam sejarah selalu membutuhkan kadar keberanian yang sama besarnya dengan pekerjaan dan tantangan itu. Sebab, pekerjaan dan tantangan besar itu selalu menyimpan risiko. Dan, tak ada keberanian tanpa risiko.
Ingatlah saudara - saudaraku ! Kesempatan untuk menjadi mahasiswa hanya datang sekali, kesempatan untuk menjalankan peran segabagai agen perubahan bangsa ini juga hanya satu kali. Manfaatkan setiap kesempatan yang ada. Rebut setiap peluang, jangan sibuk dengan hal – hal yang tidak penting. Namun yang paling penting dan besar pengaruhnya adalah loyalitas kepada jalan perjuangan perindu kejayaan bangsa ini.

Negarawan Pelopor Budaya Bangsa



Pemuda merupakan penerus bangsa selanjutnya. Nasib bangsa kita bergantung pada pemuda saat ini. Namun, lihatlah sekarang  para pemuda lebih memilih trend “Korea Minded” . Mulai dari K-Drama (Korean-Drama) atau biasa disebut serial film Korea, lalu K-Pop (Korean Pop) berupa aliran musik Korea yang mulai ditiru oleh masyarakat Indonesia terutama para remaja hingga gaya rambut yang disebut dengan K-Cut (Korean Cut) dan KK-Style untuk gaya busana. Seakan- akan pemuda saat ini berkiblat pada trend Korea.Ini menimbulkan kemirisan dan kekhawatiran akan hilangnya jati diri anak bangsa.  
Gaya hidup pemuda saat ini selalu mengikuti trend. Film, musik dan cara berpakaian suatu negara tidak seharusnya kita ikuti, namun cukup kita nikmati saja. Seharusnya apabila pemahaman budaya kita baik maka tidak dengan mudah kita menjiplak budaya orang lain.
Perubahan kebudayaan disebabkan oleh banyak faktor, salah satu faktor pendukungnya adalah adanya kontak  dengan kebudayaan lain. Kasus menjangkitnya trend “Korea Minded” di masyarakat Indonesia terutama pada para remaja terjadi karena adanya kontak masyarakat dengan kebudayaan Korea melalui berbagai media. Perubahan kebudayaan ini tidak dapat kita hindari. Pada era modernisasi, perubahan kebudayaan berlangsung sangat cepat karena pengaruh kemajuan teknologi. Budaya asing dapat masuk ke Indonesia sewaktu- waktu dan membuat perubahan yang signifikan mulai dari pola pikir, perilaku, sampai pola hidup masyarakat. Untuk itu, memahami budaya negri sendiri merupakan suatu identitas bangsa yang harus kita miliki. Suatu budaya yang harus kita banggakan dan lestarikan sehingga kita tidak mudah terpengaruh oleh budaya luar.
Mencintai kebudayaan negri sendiri merupakan suatu hal mutlak yang harus kita lakukan. Membuat serta meniru itu mudah tapi mempertahankan itu tidak semudah yang kita bayangkan. Begitu pulalah budaya, mudah ditiru tapi susah untuk dipertahankan.
Kita, negarawan muda Indonesia lah yang harus memulainya,memulai menjadi pelopor bagi masyarakat Indonesia untuk memahami :
Apa arti dari kebudayaan itu?
Mengapa kebudayaan itu harus dipahami?
Bagaimana kebudayaan itu dipertahankan ?
            Apabila kita bisa menjawab pertanyaan di atas,hendaknya kita bisa memahami dan mengenali budaya bangsa ini sehingga timbul suatu kecintaan terhadap budaya negri sendiri. Untuk itu, seharusnya kita negarawan muda Indonesia lebih intens melakukan kontak dengan kebudayaan kita sehingga trend budaya Indonesia dapat kita ciptakan di Bumi Pertiwi ini Indonesia tercinta.
            Dengan menanamkan kecintaan terhadap negri sendiri, menghargai dan melestarikan budaya kita sendiri maka budaya kita akan dihargai oleh warga negara lain. Coba bayangkan, Bagaimana negara lain menghargai budaya kita kalau kita sendiri masyarakatnya tidak menghargai budaya kita sendiri.
            Untuk itu, kita negarawan muda penerus bangsa harus bersatu mengembalikan jati diri bangsa kita agar tidak tergoyah oleh budaya luar.

Ditulis oleh : Fifit Natalia
 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga
Referensi : Pengaruh Budaya Pop Korea terhadap Budaya Indonesia
 Seputar Indonesia